|
|
Persebaya Surabaya lakukan upaya hukum terakhir guna bebas dari sanksi komisi disiplin (komdis) yang melarang pertandingan kontra Sriwijaya FC, Rabu (10/2), dengan kehadiran penonton.
Manajemen Persebaya, yang diwakili kuasa hukum M Sholeh SH, telah memasukkan memori peninjauan kembali (PK) kepada ketua umum Nurdin Halid di kantor PSSI Jakarta.
"Ini upaya hukum terakhir yang bisa kami lakukan. Kami mengetuk pintu hati ketua umum PSSI agar bisa meninjau kembali putusan ini dan mengambil keputusan yang lebih objektif dan jernih," terang M Sholeh.
Persebaya memang diputus komdis menggelar pertandingan kandang melawan Sriwijaya tanpa penonton. Hukuman ini dijatuhkan sebagai imbas dari laga lawan Arema Malang (16/1) yang dianggap komdis tidak lancar. Menarik, komdis, keluarkan dua putusan atas kejadian ini.
Awalnya, Persebaya dihukum denda Rp5 juta dan hukuman percobaan setahun plus Rp250 juta. Dirasa belum 'menggigit', komdis jatuhkan putusan susulan dengan menambah denda jadi Rp30 juta serta menggelar laga usiran di Malang. Lucunya, keputusan terakhir ini diralat dengan alasan salah ketik dan mengembalikan pertandingan ke Surabaya tetap tanpa penonton.
"Ini yang membingungkan. Satu kasus ada dua putusan plus satu revisi. Ini yang dalam hukum disebut nebis in idem. Kalau boleh saya katakan, ini kesalahan besar komdis. Kalau dibiarkan justru merusak tata hukum sepakbola kita. Karenanya, kami optimis ketua umum akan mengabulkan permintaan ini," ujarnya.
Persebaya juga mengajukan memori banding terkait dengan laga away di Persib Bandung dua pekan lalu. Dalam pertandingan itu, komdis menghukum Persebaya dengan denda Rp200 juta atas kehadiran bonek di Bandung, Rp50 juta pada panpel Persib plus larangan bagi bonek mengikuti laga away Persebaya sampai 2014.
"Kami minta komisi banding membatalkan semua hukuman tersebut karena tak sesuai dengan fakta di lapangan. Bagaimana mungkin, kami harus menanggung ulah dari segelintir suporter yang tidak jelas asal usulnya. Siapa yang berani menjamin bahwa mereka yang masuk stadion di Bandung adalah suporter Persebaya? Padahal, di sisi lain kami memiliki bukti bahwa tak ada pengiriman secara resmi suporter ke sana," tegas Sholeh. (*gcik)
Manajemen Persebaya, yang diwakili kuasa hukum M Sholeh SH, telah memasukkan memori peninjauan kembali (PK) kepada ketua umum Nurdin Halid di kantor PSSI Jakarta.
"Ini upaya hukum terakhir yang bisa kami lakukan. Kami mengetuk pintu hati ketua umum PSSI agar bisa meninjau kembali putusan ini dan mengambil keputusan yang lebih objektif dan jernih," terang M Sholeh.
Persebaya memang diputus komdis menggelar pertandingan kandang melawan Sriwijaya tanpa penonton. Hukuman ini dijatuhkan sebagai imbas dari laga lawan Arema Malang (16/1) yang dianggap komdis tidak lancar. Menarik, komdis, keluarkan dua putusan atas kejadian ini.
Awalnya, Persebaya dihukum denda Rp5 juta dan hukuman percobaan setahun plus Rp250 juta. Dirasa belum 'menggigit', komdis jatuhkan putusan susulan dengan menambah denda jadi Rp30 juta serta menggelar laga usiran di Malang. Lucunya, keputusan terakhir ini diralat dengan alasan salah ketik dan mengembalikan pertandingan ke Surabaya tetap tanpa penonton.
"Ini yang membingungkan. Satu kasus ada dua putusan plus satu revisi. Ini yang dalam hukum disebut nebis in idem. Kalau boleh saya katakan, ini kesalahan besar komdis. Kalau dibiarkan justru merusak tata hukum sepakbola kita. Karenanya, kami optimis ketua umum akan mengabulkan permintaan ini," ujarnya.
Persebaya juga mengajukan memori banding terkait dengan laga away di Persib Bandung dua pekan lalu. Dalam pertandingan itu, komdis menghukum Persebaya dengan denda Rp200 juta atas kehadiran bonek di Bandung, Rp50 juta pada panpel Persib plus larangan bagi bonek mengikuti laga away Persebaya sampai 2014.
"Kami minta komisi banding membatalkan semua hukuman tersebut karena tak sesuai dengan fakta di lapangan. Bagaimana mungkin, kami harus menanggung ulah dari segelintir suporter yang tidak jelas asal usulnya. Siapa yang berani menjamin bahwa mereka yang masuk stadion di Bandung adalah suporter Persebaya? Padahal, di sisi lain kami memiliki bukti bahwa tak ada pengiriman secara resmi suporter ke sana," tegas Sholeh. (*gcik)
Jelajahi GOAL.com
/* empty because this one does not have controls */?>
-
EKSKLUSIF: Juventus Ajak Berunding Siena & Genoa Soal Mattia Destro
Manajemen si Nyonya Tua diyakini telah mencapai kesepakatan dengan agen Destro, tetapi yang menjadi masalah terbesar terwujudnya transfer adalah Inter Milan.
-
SOROT: Awal Mula Karier Pep Guardiola Sebelum Ambil Alih Kursi Pelatih Kepala Di Camp Nou
Ketika Pep Guardiola naik daun sebagai pelatih miskin pengalaman tetapi dengan ide-ide segar sehingga dipercaya menangani Barcelona.
-
SOROT: "Hari Terindah Dalam Hidupku", Saat Kegagalan Penalti Berubah Menjadi Sukacita
Bagian terbaru cuplikan buku Cristiano Ronaldo ini menceritakan bagaimana kegagalan melakukan tendangan penalti di final Liga Champions 2008 berubah menjadi sukacita.
-
Info EPL Masters Indonesia Cup
Legenda-legenda dari Liverpool dan Manchester United akan hadir di Jakarta pada 25-27 Mei mendatang dalam rangka EPL Masters Indonesia Cup 2012.
-